HASIL SURVEY KONSUMEN
JILBAB ANAK
- Data personal, untuk kategori umur 57% responden berumur 30 tahunan, 29% berumur 40 tahunan dan 14% bermur 50 tahunan. Untuk tingkat pendidikan, sebahagian konsumen yang menjadi responden perpendidikan sarjana (47%), sisanya berpendidikan D3 (14%), SMA (29%) dan SMP (14%). Penghasilan responden berkisar Rp. 2.000.000 – Rp. 5.000.000 per bulan. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (86%) dan sisanya laki-laki (14%).
- Dari 7 orang responden, sebagian besar (43%) diantaranya memiliki anak usia 5-10 tahun, dan selebihnya responden yang memiliki anak usia 0 – 2 tahun (29%) dan usia 2 – 5 tahun (29%).
- Dari hasil survey, 6 dari 7 responden menyatakan bahwa alas an/tujuan utama para responden membeli jilbab anak adalah untuk pembiasaan/pembelajaran anak menutup aurat sebagai kewajiban seorang wanita muslim. Adapun urutan jawaban para responden: a). Pembiasaan/pembelajaran anak menutup aurat sebagai kewajiban seorang wanita muslim (86%), b). agar tampil lebih cantik (Fashion). 71%, c). Kebutuhan untuk belajar (kelengkapan/atribut sekolah dan mengaji). 43%, d). Syiar islam (14%), dan e). Budaya di aceh. (14%).
- Intensitas Rata-rata responden membeli jilbab adalah sebulan sekali, maksimal membeli jilbab 3 kali dalam sebulan dan minimal 2 kali setahun.
- Kisaran harga jilbab rata-rata yang dibeli responden adalah Rp. 15.000 sd Rp. 50.000. harga paling tinggi jilbab yang pernah dibeli Rp. 100.000
- Sebagian besar, alas an pemilihan jilbab anak oleh responden adalah model/motif jilbab yang lucu dan trend pada saat itu.kemudian kualitas/bahan jilbab anak, selanjutnya harga jilbab yang ditawarkan dan keinginan/selera anak.
- Sebagian besar responden (5 dari 7) mempunyai brand jilbab favorit yang sering dibeli, sedangkan sisanya menjawab tidak terlalu memperdulikan/berpatokan pada brand/merek ketika membeli jilbab, yang penting jilbab tersebut sesuai dengan permintaan dan kebutuhan anak.